TANGGUL JEBOL, WARGA RANTAU PANJANG BERTAHAN DUA MALAM DI ATAS ATAP RUMAH

Share This Post

PANTE BIDARI – Perjuangan hidup dan mati dialami oleh warga Dusun Rantau Panjang, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, saat banjir besar melanda wilayah mereka. Selama dua hari satu malam, warga terpaksa bertahan di atas atap rumah tanpa kepastian, sebelum akhirnya memutuskan untuk menembus arus deras menggunakan perahu motor (boat).

Saat mencoba mengevakuasi keluarga menuju perbukitan, mereka sempat tersesat di tengah lautan air. Seluruh daratan telah berubah menjadi hamparan air luas yang menenggelamkan tanda-tanda jalan, membuat arah sulit dikenali. “Kami sempat tersesat di atas boat. Saya yang memegang kemudi, tapi arah sudah hilang karena air sudah rata dengan segalanya. Kami hanya mengandalkan tower sebagai kompas agar bisa sampai ke tempat aman.” kenang salah satu penyintas.

Kebutuhan air bersih menjadi persoalan kritis. Beruntung, air hujan yang turun selama bencana menjadi penyelamat bagi mereka untuk minum. Ia membandingkan nasibnya dengan warga di wilayah lain yang terpaksa meminum air irigasi yang sudah tercemar bangkai ternak demi bertahan hidup.

Kondisi paling memilukan terjadi di daerah Langkahan, Aceh Utara. Tanggul yang jebol pada tengah malam membuat air meluap dengan kecepatan tinggi, menghanyutkan rumah beserta penghuninya. Tragedi ini menyisakan luka mendalam, termasuk kisah seorang suami yang terpaksa kehilangan anak dan istrinya karena pegangan tangan mereka terlepas saat diseret arus deras. Diperkirakan ratusan orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Warga Dusun Rantau Panjang memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Aceh Timur yang hadir langsung di tengah masyarakat. Sang Bupati bahkan dilaporkan menginap di lokasi pengungsian meski cuaca sedang hujan deras. Kehadiran pemimpin yang bersedia tidur bersama rakyat di tenda pengungsian memberikan suntikan moral bagi warga untuk bangkit.

Kini, setelah hampir satu bulan meninggalkan rumah, warga Desa Sijudo mulai kembali untuk membersihkan sisa lumpur dan menata ulang kehidupan mereka. Meski harta benda habis tergerus air, mereka bersyukur masih diberi keselamatan jiwa di tengah bencana yang dahsyat tersebut.

Bencana ini menyisakan duka mendalam dan kerugian harta benda bagi banyak keluarga. Mari salurkan kepedulian Anda untuk membantu meringankan beban para korban banjir melalui:

  • Bank Syariah Indonesia (BSI): 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
  • Konfirmasi & Informasi: +62 812-9228-9783

Berapapun bantuan Anda, sangat berarti bagi mereka yang sedang berjuang menata kembali
hidupnya.

More To Explore