Kajian Hari Ini

KH. BACHTIAR NASIR: KEAJAIBAN AL-QUR’AN YANG TAK PERNAH TERBATAS

KH. BACHTIAR NASIR: KEAJAIBAN AL-QUR’AN YANG TAK PERNAH TERBATAS

Share

 

JAKARTA SELATAN – KH. Bachtiar Nasir, Lc, seorang ulama terkemuka, menyampaikan khutbah Jum’at (05/07/2024) yang menarik di Masjid AQL Islamic Center, Jalan Tebet Utara I. Khutbah yang bertemakan “Keajaiban Al-Qur’an yang Tak Pernah Terbatas” ini menarik perhatian ratusan jamaah yang hadir.

KH. Bachtiar Nasir dikenal sebagai tokoh ulama yang aktif dalam berbagai organisasi keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan. Beliau adalah Pemimpin AQL Islamic Center, Pemimpin Pesantren Ar-Rahman Qur’anic College (AQC), Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), serta terlibat dalam berbagai organisasi lainnya. Dengan pengalaman dan dedikasinya yang luas, KH. Bachtiar Nasir menjadi sosok yang sangat dihormati di kalangan umat Islam di Indonesia.

Dalam pembukaan khutbahnya, setelah menyampaikan judul beliau mengawali dengan statemen menarik, “Al-Qur’an itu, ibarat samudra tak bertepi. Memang tak pernah terbatas keajaibannya. Tapi bagi siapa? Bagi mereka yang memahami kalau Al-Qur’an itu, ternyata adalah Al-Kitab.” Maksudnya adalah kitab suci yang difirmankan Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril ‘Alaihis Salam.

Setelah itu, KH. Bachtiar Nasir menyoroti berbagai keajaiban Al-Qur’an yang telah diakui dan dibahas oleh banyak ulama dan sarjana Islam. Beliau mengutip hadits Nabi Muhammad SAW yang menggambarkan Al-Qur’an sebagai jamuan Allah, tali Allah, cahaya yang nyata, penyembuh yang bermanfaat, serta pelindung dan keselamatan bagi siapa saja yang berpegang teguh padanya.

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah jamuan Allah, maka pelajarilah dari jamuan-Nya sebisa kalian. Keajaibannya tidak akan habis, dan tidak akan lapuk meski sering diulang. Maka bacalah Al-Qur’an, karena Allah akan memberi kalian pahala atas tilawahnya, setiap huruf sepuluh kebaikan,” demikian kutipan hadits yang disampaikan oleh KH. Bachtiar Nasir, mengingatkan jamaah akan pentingnya mempelajari dan menghayati Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, KH. Bachtiar Nasir menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah solusi terbaik dalam menghadapi berbagai fitnah dan tantangan. Ia mengutip hadits dari Ali bin Abi Thalib Ra. yang menggambarkan Al-Qur’an sebagai petunjuk yang tak terbatas, penuh dengan hikmah, dan membawa kebaikan bagi siapa saja yang mengikutinya.

“Barangsiapa mencari petunjuk pada selain Al-Qur’an, maka Allah akan menyesatkannya. Al-Qur’an adalah tali Allah yang kokoh, peringatan yang bijaksana, dan jalan yang lurus. Keajaibannya tidak akan habis dan selalu relevan di setiap zaman,” tutur KH. Bachtiar Nasir, memberikan inspirasi bagi jamaah untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan utama dalam menghadapi kehidupan.

Dalam khutbah juga, KH. Bachtiar Nasir mengisahkan kehidupan para salafush shalih yang dipenuhi dengan keajaiban Al-Qur’an. Ia menyoroti bagaimana Ibrahim bin Adham, seorang ahli ibadah terkenal, terinspirasi oleh keajaiban Al-Qur’an sehingga mampu menahan kebutuhan biologis seperti tidur.

“Keajaiban-keajaiban Al-Qur’an telah mencegahku untuk tidur,” demikian jawaban seorang hamba Allah yang ditemui Ibrahim bin Adham. Kisah ini menggambarkan betapa mendalamnya pengaruh Al-Qur’an terhadap spiritualitas dan kehidupan sehari-hari para salafush shalih.

Selain itu, KH. Bachtiar Nasir juga mengutip kisah seorang pria salafus shalih yang menemani temannya selama dua bulan tanpa pernah melihatnya tidur. “Keajaiban-keajaiban Al-Qur’an telah menerbangkan tidurku,” jawab temannya. Kisah ini menunjukkan bagaimana keajaiban Al-Qur’an bisa mengubah rutinitas hidup seseorang dan membuatnya tenggelam dalam keindahan dan hikmah yang terkandung di dalamnya.

Dalam khutbah kedua, Sekjen MIUMI ini menukil pernyataan menarik Ibnu Abbas, “Sesungguhnya Al-Qur’an memiliki berbagai cabang, seni, lapisan luar, dan lapisan dalam. Keajaibannya tidak akan habis dan tujuannya tidak akan tercapai. Barang siapa yang menyelaminya dengan kelembutan, dia akan selamat. Dan barang siapa yang menyelaminya dengan kekerasan, dia akan jatuh. Al-Qur’an mengandung berita, perumpamaan, yang halal dan yang haram, yang menghapus dan yang dihapus, yang muhkam (ayat-ayat yang jelas) dan yang mutasyabih (ayat-ayat yang samar), serta lapisan luar dan lapisan dalam. Lapisan luarnya adalah tilawah (pembacaan) dan lapisan dalamnya adalah tafsir (penafsiran). Maka duduklah bersama para ulama dengan Al-Qur’an dan jauhilah orang-orang bodoh dengan Al-Qur’an.” (Imam As-Suyuthi, al-Itqaan fii ‘Uluum al-Qur’an)

Pada kesempatan ini, KH. Bachtiar Nasir sempat memberi nasihat untuk anak-anak setelah mengungkap pernyataan Ibnu Abbas. Tutur beliau, “Kalau kalian ingin menjadi orang-orang yang beruntung dalam menuntut ilmu, cari para ulama, cari para guru yang senantiasa dekat dengan Al-Qur’an dan kamu bersama dia. Dan jauhilah karena Al-Qur’an siapapun yang kamu ingin jauhi, kalau orang itu sudah menjauhkan kamu dari Al-Qur’an dan lalai darinya.”

Setelah itu, KH. Bachtiar Nasir menutup khutbahnya dengan kata-kata mengesankan, “Jika kita sudah memahami apa yang khatib sampaikan pada hari ini dan bercita-cita untuk menjadi yang dipilih oleh Allah SWT untuk bisa merasakan jamuannya dan merasakan kehebatannya, mudah-mudahan ini tanda-tanda hidayah besar bagi kita semua.”

Secara umum, khutbah yang disampaikan KH. Bachtiar Nasir mengajak jamaah untuk terus mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an agar mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Melalui penjelasan beliau, jamaah menjadi semakin menghayati bahwa Al-Qur’an adalah sumber petunjuk yang tak terbatas, penuh dengan hikmah, dan membawa kebaikan bagi siapa saja yang mengikutinya. Keajaibannya tidak akan pernah habis dan selalu relevan di setiap zaman.

Khutbah yang penuh dengan inspirasi ini meninggalkan kesan mendalam bagi para jamaah yang hadir, mengingatkan mereka akan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan utama dalam kehidupan. (MBS)