ACEH – Di tengah hamparan puing dan sisa lumpur pasca-bencana, lantunan doa serta ayat suci Yasin menggema dari sebuah lahan terbuka di Aceh pada malam Nisfu Sya’ban, Senin (2/2/2026). Sebanyak kurang lebih 100 warga berkumpul dalam kekhusyukan, menandai dimulainya babak baru pemulihan wilayah tersebut melalui pembangunan kembali fasilitas ibadah.
Luhur dalam Doa, Nyata dalam Aksi
Kegiatan yang diinisiasi oleh tim relawan Laznas AQL Peduli ini dimulai sejak waktu Maghrib berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan Yasin bersama, dan ditutup dengan doa yang menyentuh hati sebelum shalat Isya dilaksanakan. Ustadz Firman Fabi, Koordinator Nasional Pulihkan Aceh, mengungkapkan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan fondasi bagi pembangunan fisik dan mental warga.
“Lahan yang kita gunakan untuk shalat berjamaah malam ini adalah lokasi di mana Meunasah akan segera didirikan” ujar Ustadz Firman di lokasi kegiatan. Sebagai langkah konkret, keesokan harinya (3/2), tim bersama masyarakat setempat langsung melaksanakan peletakan batu pertama secara seremonial. Pembangunan ini ditargetkan selesai sebelum Ramadhan agar warga dapat menunaikan ibadah di bulan suci dengan layak.
Penguatan Ruhani di Tengah Keterbatasan
Secara kasat mata, kondisi masyarakat mulai menunjukkan geliat perbaikan. Warga secara swadaya mulai membersihkan puing-puing dan mengumpulkan papan kayu untuk membangun hunian kecil sementara. Namun, tim Laznas AQL Peduli menyadari bahwa luka batin pasca-bencana memerlukan penanganan yang berbeda.
Kami melakukan pendekatan penguatan ruhani. Masyarakat harus tetap kuat menghadapi cobaan ini agar bisa kembali beraktivitas dan beribadah sebagaimana mestinya,” tambah Ustadz Firman. Fokus pada aspek psikologis dan spiritual ini menjadi kunci utama agar warga tidak kehilangan harapan di tengah proses rehabilitasi yang masih panjang.
Panggilan Kemanusiaan Menjelang Ramadhan
Meski semangat warga mulai bangkit, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak titik yang belum pulih sepenuhnya. Lumpur tebal masih menimbun banyak rumah, dan sebagian besar warga masih menanti kepastian hunian tetap yang layak.
Menjelang bulan suci Ramadhan, Laznas AQL Peduli memberikan pesan mendalam untuk masyarakat luas:
“Mari kita mendoakan dan terus membantu saudara-saudara kita di Aceh. Mari hadirkan kebahagiaan untuk mereka. Saat ini mereka membutuhkan fasilitas ibadah, paket iftar (buka puasa), sahur, sembako, hingga perlengkapan ibadah seperti sarung dan mukena yang bagus agar mereka bisa menyambut bulan suci dengan martabat dan senyum.”
Pesan ini menjadi pengingat bahwa pemulihan Aceh adalah tanggung jawab bersama. Dengan dukungan kolektif, diharapkan warga terdampak dapat menjalani ibadah Ramadhan dalam kondisi yang lebih baik, mengenakan pakaian yang layak, dan beribadah di Meunasah yang telah selesai dibangun.
Salurkan kepedulian Anda melalui:
- Tabung Infaq BSI: 7779700091
- a.n Yayasan Pusat Peradaban Islam
- Informasi & Konfirmasi: 081292289783 (TABUNG INFAQ)
Bersama kita kuatkan mereka, bersama kita Pulihkan Aceh.

