PANTE BIDARI – Banjir besar yang melanda Dusun Rantau Panjang, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, pada 26 Desember lalu meninggalkan dampak serius. Akses menuju dusun terputus total, membuat warga terisolasi tanpa pasokan logistik dan layanan kesehatan. Dalam situasi darurat tersebut, Kepala Dusun Rantau Panjang, Hus Jahidin, mengambil langkah berani demi keselamatan warganya. Ia menyeberangi sungai perbatasan Aceh Timur dan Aceh Utara dengan meniti pipa gas sepanjang sekitar 100 meter. Aksi berisiko itu dilakukan agar ia dapat mencari obat- obatan bagi warga yang mulai terserang penyakit pascabanjir.
“Masyarakat terisolir. Kami harus mencari obat ke Aceh Utara melewati pipa gas ini.” ujar Hus Jahidin. Setelah berhasil menyeberang, ia masih harus berjalan kaki sekitar 30 menit untuk mendapatkan bantuan medis. Usaha tersebut membuahkan hasil, dengan tersalurkannya obat-obatan darurat bagi 34 anak yang mengalami demam dan penyakit kulit. Namun, kondisi Dusun Rantau Panjang hingga kini masih memprihatinkan. Sekolah dan meunasah dilaporkan hancur lebur akibat terjangan banjir, sehingga aktivitas belajar dan ibadah terpaksa dilakukan di tenda-tenda darurat.
Di tengah keterbatasan tersebut, secercah harapan hadir melalui kunjungan kemanusiaan Laznas AQL Peduli yang menyatakan komitmennya untuk membantu pembangunan kembali meunasah agar warga dapat kembali beribadah dengan layak, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Pembangunan meunasah ditargetkan rampung sebelum Ramadan tiba, dengan harapan yang kini bertumpu pada semangat gotong royong masyarakat serta dukungan para dermawan agar kehidupan warga Desa Sijudo dapat kembali pulih secara bertahap.
Mari ambil bagian dalam pembangunan kembali Meunasah Dusun Rantau Panjang, Aceh Timur.
Setiap infaq adalah penopang sujud dan harapan warga menyambut Ramadan.
- BSI: 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
- Info: +62 812-9228-9783
Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

