Tanpa Meunasah Jelang Ramadan, Warga Dusun Bedari Bertahan Salat di Posko Darurat

Share This Post

ACEH TIMUR – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, warga Dusun Bedari, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, dihadapkan pada kenyataan pahit. Banjir besar yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu tidak hanya menghancurkan rumah warga, tetapi juga merenggut meunasah, satu satunya tempat ibadah sekaligus pusat aktivitas sosial masyarakat setempat.

Meunasah semi permanen berukuran 8 × 12 meter yang telah berdiri puluhan tahun itu kini lenyap terseret derasnya arus sungai. Puing-puing kayu damar dan sisa lantai bangunan tampak berserakan di tepian sungai, menjadi saksi runtuhnya simbol kebersamaan dan spiritualitas warga Dusun Bedari.

“Hari pertama banjir, meunasah langsung hilang. Tergeser ke bawah lalu ambruk. Sekarang sudah tidak ada bangunannya sama sekali, hanya tersisa galangan bawah dan beberapa papan yang masih bisa kami selamatkan,” tutur Rio, salah seorang warga Dusun Bedari yang rumahnya juga mengalami kerusakan parah.

Hilangnya meunasah berdampak besar bagi sekitar 127 kepala keluarga yang selama ini menjadikannya sebagai pusat ibadah dan aktivitas keagamaan. Untuk sementara, warga terpaksa melaksanakan salat berjamaah di posko logistik darurat yang disekat secara sederhana. Kondisi ini dinilai jauh dari layak, terlebih menjelang Ramadan, bulan yang identik dengan meningkatnya intensitas ibadah, pengajian, dan kebersamaan umat.

Selama ini, meunasah tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat, tetapi juga menjadi ruang musyawarah warga, pengajian rutin, serta pusat kegiatan sosial-keagamaan. Kehilangannya membuat denyut kehidupan spiritual masyarakat seolah ikut terhenti, menyisakan duka mendalam di tengah upaya bangkit dari bencana.

Sejumlah pihak telah mendatangi lokasi untuk meninjau dan mendokumentasikan kondisi pasca- banjir. Informasi terkait kerusakan meunasah terus disampaikan kepada berbagai pihak sebagai upaya mengetuk kepedulian dan membangkitkan solidaritas bersama.

Warga berharap, bantuan dan perhatian dapat segera terwujud agar meunasah dapat kembali berdiri sebelum Ramadan tiba. Bagi masyarakat Dusun Bedari, meunasah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan rumah iman, pusat kebersamaan, dan simbol keteguhan dalam menghadapi ujian kehidupan.

Mari bangun kembali meunasah di Dusun Bedari sebelum Ramadan tiba.

  • Infaq via BSI 7779700091 a.n. Yayasan Pusat Peradaban Islam
  • Konfirmasi: 0812-9228-9783

Sedikit dari kita, berarti besar bagi sujud mereka.

More To Explore