Masjid Baitulmaqdis Indonesia – Ramadhan tahun ini di Masjid Baitul Maqdis Indonesia menjadi momentum transformasi melalui I’tikaf Strategic Camp 2026 yang digagas Ustaz Bachtiar Nasir (UBN). Sebanyak 100 Peserta dari Berbagai kalangan termasuk aktivis dakwah yang berada di bawah naungan AQL Islamic Center mengikuti program 11–18 Maret 2026 ini dengan konsep yang mengubah paradigma i’tikaf: dari sekadar isolasi spiritual menjadi ruang inkubasi strategis. Seperti kalimat yang menempel di di benak para jama’ah, “Dinding masjid ini merupakan ruang inkubasi, bukan ruang isolasi.”
“I’tikaf bukan sekadar uzlah, tetapi momentum menyiapkan perubahan berbasis nilai wahyu,” tegas UBN. Siang hari masjid berubah menjadi pusat pelatihan kepemimpinan dan kajian sirah, malamnya diisi qiyamul lail, tadabbur, dan muhasabah perpaduan Reclaiming the Soul,Conquering the Future.
Tiga spirit peradaban menjadi ruh pembelajaran:
Spirit of Badar yang menegaskan kualitas mengalahkan kuantitas “Badar adalah template kemenangan, pemimpin harus berperan bukan baperan”;
Spirit of Fathu Makkah yang mengajarkan perubahan besar membutuhkan strategi dan kesabaran “Fathu Makkah bukan akhir, tetapi awal peradaban”;
serta Spirit Pembebasan Baitul Maqdis sebagai visi jangka panjang umat, yang dimaknai secara spiritual, intelektual, dan strategis.
Dengan pendekatan experiential learning, peserta tidak hanya mendengar ceramah tetapi mensimulasikan krisis, mengambil keputusan cepat, dan menyusun program dakwah di group strategic lab. Al-Qur’an dijadikan kerangka kepemimpinan dan blueprint organisasi.
Hasilnya, peserta pulang dengan pergeseran pola pikir strategis, kesadaran kolektif, dan blueprint pemberdayaan masyarakat. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi dan mereplikasi model ini secara nasional hingga Global. UBN menegaskan, jika masjid dikembalikan sebagai pusat strategi, kita akan menyaksikan lahirnya peradaban baru, sebagaimana masa awal Islam.
“Fathu Makkah bukan akhir, tetapi awal peradaban.” Kini tekad itu tertanam dalam diri 100 kader yang siap merebut kembali jiwa peradaban.

