Lumpuh Ekonomi, Warga Hutanabolon Tapanuli Tengah Terancam Tak Bisa Kurban

Share This Post

TAPANULI TENGAH – Krisis ekonomi yang melanda Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, berdampak serius terhadap kemampuan ibadah kurban masyarakat setempat tahun ini. Faktor alam berupa tanah longsor yang merusak lahan produktif serta minimnya penghasilan membuat aktivitas ekonomi warga berada dalam titik nadir.

 

Kondisi memprihatinkan ini terungkap dalam kunjungan Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) ke Masjid Al-Huda di Kelurahan Hutanabolon baru-baru ini. Saimun, pengurus masjid sekaligus warga setempat, mengungkapkan bahwa masyarakat saat ini tidak mampu memprediksi adanya hewan kurban karena faktor ekonomi yang disebutnya telah “lumpuh.”

 

“Tahun lalu masih ada satu lembu dan enam kambing. Namun tahun ini saya tidak bisa prediksi, sepertinya tidak ada yang mampu (berkurban). Faktor ekonomi di sini sudah lumpuh,” ujar Saimun saat berdialog dengan UBN.

 

Saimun memaparkan bahwa kesulitan ekonomi memaksa warga melakukan langkah ekstrem demi pendidikan anak. Sebagian warga dilaporkan terpaksa menjual beras bantuan pemerintah untuk menutupi ongkos transportasi anak-anak mereka ke sekolah.

 

Minimnya asupan protein hewani juga menjadi sorotan. Saimun mengaku terakhir kali mengonsumsi daging pada dua hari menjelang Idulfitri lalu berkat bantuan Gubernur. Selebihnya, masyarakat hanya mengandalkan mi instan dan telur sebagai lauk sehari-hari.

 

“Pekerjaan sudah tidak ada, tanah-tanah sudah longsor semua. Biasanya ambil getah (karet), tapi pohonnya ikut longsor karena hujan,” ujar salah satu warga yang ditemui di kediaman sederhananya.

 

Selain masalah pangan, infrastruktur ibadah di wilayah tersebut juga memerlukan perhatian. Masjid Al-Huda, yang dibangun secara gotong royong dan melalui donasi, hingga kini belum sepenuhnya rampung.

 

Masyarakat di kelurahan yang memiliki rasio rumah ibadah 7 banding 1 ini berharap adanya bantuan fisik untuk penyelesaian masjid serta bantuan sembako.

 

Meskipun membutuhkan kebutuhan pokok, warga menegaskan bahwa kehadiran hewan kurban sangat diharapkan untuk memulihkan semangat jemaah.

 

“Harapan kita ada kurban di sini untuk membantu masyarakat. Apalagi kurban bisa memberi semangat kembali bagi warga,” pungkas Saimun.

 

Melalui kunjungan ini, diharapkan para dermawan dan pihak terkait dapat menyalurkan bantuan, baik dalam bentuk renovasi rumah ibadah maupun distribusi hewan kurban, guna meringankan beban warga Hutanabolon yang terdampak bencana alam dan kelesuan ekonomi.*

More To Explore