KH. Bachtiar Nasir: Berani dan Tetap Berbicara untuk Kebenaran

Share This Post

 

Jakarta, Tebet – Di tengah kondisi umat yang menghadapi berbagai macam tantangan, ulama terkenal KH. Bachtiar Nasir, Lc., MM., yang dikenal sebagai pakar tadabbur Al-Qur’an dan Sekjen MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia), kembali menyuarakan pentingnya keberanian dalam membela kebenaran.

Dalam khutbah Jum’at yang disampaikan di Masjid AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan (23/08), beliau menekankan bahwa keberanian untuk menyuarakan kebenaran adalah salah satu kualitas paling mendasar yang harus dimiliki oleh seorang Muslim, terutama di tengah arus kebatilan yang semakin kuat.

Keberanian sebagai Pilar Utama

KH. Bachtiar Nasir memulai khutbahnya dengan menekankan pentingnya memiliki keberanian, terutama bagi kaum pria. “Bertakwalah kepada Allah Ta’ala dan jadikanlah keberanian sebagai salah satu sifat utama dalam diri kita. Keberanian untuk setia kepada Al-Haq atau kebenaran adalah yang akan membedakan kita dari orang-orang yang pengecut dan pecundang,” ujar beliau.

Keberanian, menurut KH. Bachtiar, bukan hanya soal keberanian fisik, tetapi lebih kepada keberanian moral untuk berdiri tegak di hadapan kebatilan, walaupun harus menghadapi risiko yang besar. Beliau menekankan bahwa seseorang yang tidak mengimpikan kematian dalam keadaan syahid akan hidup dalam kehinaan karena sifat pengecut yang melekat dalam dirinya.

Takut Hanya kepada Allah

Rasa takut yang tidak pada tempatnya sering kali menjadi penyebab seseorang enggan menyuarakan kebenaran. KH. Bachtiar Nasir mengingatkan jamaah bahwa rasa takut seharusnya hanya ada kepada Allah semata. “Rasa takut yang benar adalah ketika kita takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasa takut ini yang akan menjaga kita tetap pada jalan yang benar,” jelasnya.

Beliau mengingatkan kisah Nabi Musa Alaihissalam yang diperintahkan oleh Allah untuk menghadapi Fir’aun. Meskipun memiliki sejarah masa lalu yang kelam, Nabi Musa tetap maju dengan penuh keyakinan kepada Allah. “Ketika Allah memerintahkan Nabi Musa untuk menghadapi Fir’aun, Allah berfirman, ‘Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu yang paling unggul dan kamu akan menang.’ Inilah keyakinan yang harus kita miliki,” tegasnya.

Kebenaran Akan Selalu Menang

KH. Bachtiar Nasir menegaskan bahwa kebenaran akan selalu menang, meskipun mungkin dalam jangka pendek kebatilan terlihat mendominasi. “Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 81, ‘Dan katakanlah: Telah datang kebenaran dan hancurlah kebatilan. Sesungguhnya kebatilan itu pasti akan hancur.’ Ini adalah teori yang harus kita pegang teguh,” paparnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa kebatilan mungkin saja memenangkan satu pertempuran, namun kebenaran akan selalu memenangkan peperangan. “Perbedaan antara tempur dan perang harus kita pahami. Tempur bisa dimenangkan oleh kebatilan, tetapi perang yang sesungguhnya akan selalu dimenangkan oleh kebenaran,” tambahnya.

Refleksi Bagi Umat Islam

KH. Bachtiar Nasir menutup khutbahnya dengan mengajak jamaah untuk merenungkan perkataan Imam Malik bin Anas, yang menyatakan bahwa jika kebatilan menang atas kebenaran, itu terjadi karena kebenaran tidak ditegakkan dengan cara yang benar. Beliau mengingatkan bahwa sebagai umat Islam, kita harus selalu memegang teguh kebenaran dan tidak boleh gentar dalam menyuarakannya.

“Kenapa kebatilan bisa mendominasi? Karena umat Islam sendiri tidak memegang teguh kebenaran. Kebenaran itu kalah bukan karena lemahnya kebenaran, tetapi karena kita yang tidak menegakkannya dengan cara yang benar. Ini adalah refleksi bagi kita semua,” pungkasnya.

Dengan khutbah ini, KH. Bachtiar Nasir sekali lagi menegaskan posisi Islam sebagai agama yang menempatkan kebenaran di atas segalanya. Pesan beliau jelas: berani dalam menyuarakan kebenaran adalah sebuah keharusan, dan ketakutan hanya kepada Allah adalah benteng yang akan menjaga kita tetap teguh di jalan-Nya. (MBS)

More To Explore