KH. Bachtiar Nasir: Kapankah Akan Datang Pertolongan Allah?

KH. Bachtiar Nasir: Kapankah Akan Datang Pertolongan Allah?

Share This Post

 

 

Pada Jumat, 30 Agustus 2024, KH. Bachtiar Nasir menyampaikan khutbah Jum’at yang penuh makna di Masjid AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan. Khutbah ini mengusung tema “Mata Nashrullah?” yang berarti “Kapankah Akan Datang Pertolongan Allah?”. Di hadapan jamaah yang hadir, KH. Bachtiar Nasir menyampaikan pesan penting tentang ketakwaan, kematian, dan harapan akan datangnya pertolongan Allah dalam menghadapi berbagai cobaan.

Khutbah diawali dengan pengingat tentang pentingnya takwa yang harus dimiliki setiap saat, tanpa menunggu hingga kematian tiba. KH. Bachtiar menegaskan, “Takwa harus setiap saat, dan jangan sampai kita meninggal dunia tapi belum total dalam berislam.” Pesan ini menekankan urgensi untuk selalu berada dalam ketakwaan, sehingga ketika kematian datang, kita telah siap menghadapinya dengan keimanan yang kokoh.

Salah satu momen yang sangat menyentuh dalam khutbah tersebut adalah ketika KH. Bachtiar menceritakan pengalaman seorang anak Gaza bernama Ramdhan Abu Jazar yang berusia 10 tahun. Ramdhan, yang sedang berada di Indonesia, diminta untuk memberikan motivasi kepada anak-anak Indonesia. Meskipun berasal dari daerah konflik yang penuh penderitaan, Ramdhan dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak perlu dikasihani. “Walau kami sedang sakit, walau kami sedang menderita, walau kami sedang kelaparan, walau kematian ada di depan mata kami, Anda tidak perlu menangisi kami. Alhamdulillah kami baik-baik saja. Kami bangsa Palestina, sudah lama mengalami ini. Saran saya, orang Indonesia: olahlah air matamu menjadi suatu kemarahan. Kemarahan yang membentuk sebuah langkah gerak, agar kalian membela tanah suci kalian. Kami bangsa Palestina tentu bukan satu-satunya pemilik tanah suci ini. Ini milik kita semua. Kami sudah melakukan tugas kami, sekarang giliran Anda orang Indonesia,” ujar Ramdhan.

Menghubungkan pesan dari Ramdhan tersebut, KH. Bachtiar Nasir mengangkat pertanyaan yang sering muncul di benak umat Muslim: Kapankah pertolongan Allah akan datang? Palestina telah dijajah selama 76 tahun, dan pertanyaan ini juga kerap mengemuka di kalangan umat Islam Indonesia, yang bertanya kapan umat Islam akan maju dan kuat dalam perjuangannya. KH. Bachtiar kemudian mengingatkan jamaah bahwa pertanyaan ini bukanlah hal baru. Para sahabat Nabi Muhammad SAW, generasi terbaik umat Islam, juga pernah menanyakan hal yang sama. Allah SWT pun menjawab dalam Al-Qur’an, “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al-Baqarah [2]: 214).

KH. Bachtiar menekankan bahwa sebagai orang yang bertauhid, kita harus yakin bahwa pertolongan Allah benar-benar dekat. “Jangan sedih, apalagi putus asa,” ujar beliau. Dalam menjelaskan bagaimana pertolongan Allah yang tampak jauh sebenarnya sangat dekat, beliau menjelaskan dua hal penting.

Pertama, Allah memiliki sunnah yang tidak pernah berubah. Pertolongan Allah pasti datang tepat waktu dan tak terkurangi, begitu pula dengan siksaan-Nya kepada para penjahat. Contoh ini bisa dilihat dalam Surah Al-Ankabut ayat 40, di mana Allah menunjukkan berbagai macam siksa terhadap orang-orang yang zalim. Menurut KH. Bachtiar, kita harus yakin bahwa pertolongan Allah dan siksaan-Nya datang dengan presisi dan akurasi yang paling tepat.

Kedua, KH. Bachtiar mengajak jamaah untuk melihat Gaza sebagai contoh. Meskipun dalam pandangan manusia Gaza mungkin tampak kalah, mereka sebenarnya telah meraih kemenangan dengan keteguhan hati dan ketidakcengengan mereka. Mereka berhasil bertahan dan menjaga tanah mereka meski di bawah tekanan yang luar biasa. Bagi mereka yang meninggal dunia dalam konflik ini, mereka mendapat kehormatan sebagai syuhada, sementara yang masih hidup namun tetap konsisten mempertahankan tanah mereka, mereka berhasil lulus ujian Allah.

KH. Bachtiar Nasir mengakhiri khutbahnya dengan sebuah ajakan untuk menyesuaikan logika manusia dengan logika Allah. “Ingatlah pertolongan Allah dekat dan selalu ada, tinggal logika kita disesuaikan dengan logika Allah. Semoga kita menjadi orang sabar dan kuat,” tutup beliau.

Khutbah ini menjadi pengingat yang kuat bagi umat Islam, bahwa dalam menghadapi cobaan sebesar apapun, pertolongan Allah selalu dekat, dan kemenangan yang hakiki mungkin tidak selalu tampak di mata manusia, namun nyata di mata Allah.(MBS)

More To Explore